Lintas Sehat

Ilmu gizi tidak dapat dipisahkan dengan kesehatan yang tercipta pada organ tubuh manusia. Jika tidak ada gizi yang seimbang pada tubuh maka ketimpangan pada kesehatan akan terjadi. Ilmu gizi, pada prinsipnya mempelajari antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit agar tidak terjadi gangguan gizi. Tidak seperti pada masa lalu, penelitian terhadap nutrisi hanya terbatas pada pencegahan gizi buruk karena waktu lalu masih banyak orang yang mengalami gizi buruk sehingga para peneliti mengatasinya dengan mencari cara dari penelitian mereka dan menentukan standar dasar nutrisi pada makhluk hidup.

Pengertian Ilmu Gizi

Ilmu gizi sangat penting untuk dipelajari

Gizi seimbang sangat berpengaruh dalam kesehatan seseorang, hal ini terbukti setelah para ahli gizi melakukan penelitian dan mendapatkan hasil bahwa, orang yang menderita penyakit-penyakit kronis ternyata disebabkan oleh terlalu banyaknya radikal bebas yang ada pada tubuh seseorang. Namun penggunaan nutrisi yang optimal, terbukti mampu mencegah adanya penyakit-penyakit kronis dalam tubuh ini. Mengingat hal tersebut maka sebaiknya kita membatasi makanan yang kita konsumsi yang mengandung pengawet dan juga makanan berbahaya yang terdapat pada makanan atau bumbu-bumbu instan yang setiap hari kita konsumsi. Dengan cara memenuhi gizi yang baik pada setiap makanan kita berarti pencegahan dari diri sendiri telah kita lakukan.

Artikel terkait:

Ilmu gizi memberikan banyak manfaat pada kesehatan kita sehari-hari. Karena adanya ilmu ini kita jadi terhindar dari segala macam penyakit yang dapat mengganggu tubuh kita.  Adapun penyakit karena kurang gizi itu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sariawan
    Mungkin Anda tidak pernah mengira bahwa sariawan merupakan salah satu penyakit kurang gizi. Bahkan penyakit ini adalah penyakit yang pertama kali diketahui muncul karena kurang gizi. Padahal mungkin selama ini kita sangat menyepelekan penyakit satu ini karena dinilai tidak begitu berbahaya. Namun kenyataannya pada tahun 1497 Vasco Da Gama kehilangan banyak sekali anak buahnya karena menderita penyakit sariawan yang ternyata kurang Vitamin C ini.
  • Pengeroposan Tulang
    Ilmu gizi yang belum bisa kita serap lebih dalam, dapat mengakibatkan ketidaktahuan kita pada fungsi makanan atau minuman tertentu sehingga mengakibatkan terjadinya penyakit tertentu pula seperti pengeroposan pada tulang. Ini tentu saja terjadi karena kurang sadarnya kita pada fungsi gizi. Untuk menjaga tulang agar tetap kuat kita membutuhkan kalsium. Dan kalsium ini bisa kita dapatkan dari susu, keju, yogurt, kangkung, lobak, sawi dan makanan lainnya. Selain itu, kita juga membutuhkan mineral tembaga yang terdapat pada kerang, coklat, kacang dan gandum. Kita juga membutuhkan fluoride yang terdapat pada kopi dan teh.

Ilmu ini banyak sekali memberikan pengetahuan tentang kandungan makanan yang kita makan, sehingga efek kekurangan gizi dapat kita hindari. Penyakit yang ditimbulkan oleh kekurangan gizi tidak hanya yang telah tertulis diatas, namun masih banyak lagi yang lainnya. Karena pada dasarnya suatu penyakit timbul karena kekurangan asupan gizi. Karena berbagai jenis nutrisi yang antara lain adalah air, mineral, vitamin, protein, lemak dan karbohidrat tidak sepenuhnya tercukupi setiap harinya, Sehingga kekurangan salah satu nutrisi tersebut akan menyebabkan timbulnya penyakit.

Baca juga:

Untuk mengendalikan kelebihan salah satu unsur gizi pada tubuh maka kita perlu melakukan diet. Karena salah satu nutrisi seperti lemak jika berlebih dalam tubuh maka bisa mengakibatkan terjadinya berbagai macam penyakit berbahaya yang mematikan. Jadi untuk menjaga keseimbangan itu kita juga harus melakukan pergerakan pada tubuh seperti olah raga. Hal ini sangat penting, karena olah raga dapat membantu pembakaran lemak dalam tubuh. Dengan menjaga gizi seimbang maka kita dapat mencapai tujuan dari ilmu gizi.

Penyakit Ginjal adalah gangguan yang menyebabkan kerusakan pada organ ginjal. Seperti kita ketahui, bahwa ginjal merupakan salah satu organ terpenting manusia untuk membantu proses ekskresi. Proses ekskresi pada tubuh ini biasanya berperan dalam metabolisme tubuh untuk membuang sisa-sisa pembuangan zat yang tidak digunakan oleh tubuh melalui urine. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala penyakit ginjal secara umum. Gangguan pada ginjal sendiri bisa memicu berbagai macam penyakit kronis lainnya yang diderita seperti penyakit saluran kemih dan gagal ginjal.

Penyakit-Ginjal

Gejala penyakit ginjal sendiri umumnya tidak begitu terlihat bahkan disebut juga sebagai silent disease dengan tanda-tanda yang bisa memperburuk keadaan seseorang dalam waktu yang lama. Maka dari itu, untuk mengetahuinya kita perlu melakukan pemeriksaan dini hingga pencegahan secara dini. Namun, dalam artikel kali ini Lintas Sehat akan membahas beberapa gejala penyakit ginjal yang bisa dilihat secara umum untuk Anda semua agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Artikel terkait:

Ciri Ciri atau Gejala Penyakit Ginjal

Jika kita mengetahui ciri awal atau gejala penyakit ginjal, maka bisa mencegah penyakit kronis lainnya hinggap dalam tubuh. Nah, bagi Anda yang penasaran apa saja gejala penyakit ginjal berikut ini penjelasannya:

  1. Pembengkakan pada kaki dan tangan
    Gejala penyakit ginjal pertama ini disebabkan karena fungsi ginjal terganggu, maka proses ekskresi dalam tubuh pun akan mengalami gangguan. Hingga metabolisme tubuh tidak berjalan seperti semestinya. Nah, karena ginjal sendiri berperan untuk membuang cairan tidak berguna bagi tubuh maka jika terjadi gangguan pada ginjal cairan tersebut akhirnya membuat sebuah ruang yang ada dalam tubuh yang mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di sekitar kaki dan tangan. Oleh karena itulah, gangguan pada ginjal menyebabkan terjadinya pembengkakan di area kaki dan tangan.
  2. Nafsu makan berkurang
    Salah satu gejala penyakit ginjal lain adalah nafsu makan yang berkurang, sehingga penderita tidak lagi bisa beraktivitas dengan baik karena kurangnya asupan makan dalam tubuh. Hal ini jugalah yang menyebabkan penderita mengalami penurunan berat badan yang signifikan.
  3. Mudah lelah
    Penderita gangguan ginjal umumnya akan mengalami kelelahan yang amat sangat karena ginjal sudah tak mampu lagi menghasilkan banyak hormon eritropoietin. Hormon ini sebenarnya yang membawa trombosit hingga ke semua bagian tubuh. Sehingga menyebabkan penderita yang mengalami gejala penyakit ginjal merasakan kelelahan bahkan bisa sampai mengalami anemia.
  4. Sesak napas
    Geejala penyakit ginjal juga terjadinya sesak napas. Sesak napas ini diakibatkan karena saluran paru-paru penderita tertutupi oleh cairan atau sisa metabolisme yang tidak dapat dibuang oleh ginjal. Sehingga tertutupnya saluran paru-paru membuat penderitanya terasa sesak napas serta kekurangan oksigen.
  5. Berubahnya warna urine saat buang air kecil
    Gejala penyakit ginjal yang berikutnya adalah berubahnya warna urine ketika buang air kecil. Urine merupakan produk ekskresi yang sebelumnya diproses oleh ginjal. Selain warna urine berubah, penderita juga biasanya akan mengalami rasa nyeri saat mengeluarkan urine.
  6. Bau pada mulut
    Beberapa gejala penyakit ginjal lainnya adalah bau mulut. Nah, bau mulut ini akibat kotoran yang sepenuhnya tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh sehingga membuat tubuh memproduksi bau yang tidak sedap di daerah mulut.
  7. Tubuh sering mengalami kedinginan
    Pada penderita gagal ginjal atau kerusakan pada ginjal, biasanya menyebabkan penderitanya mengalami kedinginan yang amat sangat hingga menggigil. Hal ini diakibatkan penyakit anemia yang diderita pada penderita ginjal.

Itulah beberapa gejala penyakit ginjal yang wajib diwaspadai oleh kita semua. Untuk pengobatan penyakit ginjal yang ampuh Anda bisa mengikuti Terapi S Lutena yang sudah dibuktikan jutaan orang di Jepang. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dengan menjalankan pola hidup sehat. Selagi gejala penyakit ginjal dapat dilihat tanda tandanya, segeralah lakukan pencegahan sebelum semakin parah dan sulit untuk diobati.

Anda pernah mendengar nama penyakit Hepatitis B? Hepatitis B adalah penyakit yang menginfeksi organ hati dikarenakan virus hepatitis B. Infeksi ini biasanya akan menyebabkan beberapa penyakit hati kronis selain penyakit hepatitis B seperti kanker hati, kerusakan jaringan hati hingga kegagalan hati. Penyebab penyakit hepatitis B ini tidak hanya diinfeksi oleh virus semata, melainkan juga bisa diakibatkan karena keracunan obat dan kontaminasi beberapa zat-zat kimia. Bentuk kontaminasi yang biasa menyebabkan terjadinya penyakit hepatitis B adalah terhirupnya zat kimia atau terserapnya zat-zat kimia melalui kulit para penderitanya.

Penyakit Hepatitis B

Sebenarnya virus hepatitis B ini lebih ganas jika dibandingkan dengan virus HIV/AIDS. Bahkan tak hanya itu saja, penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang sangat menular. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang paling serius dibandingkan penyakit lainnya. Penyakit Hepatitis B juga bisa menyerang setiap orang di berbagai jenjang usia.

Ketahui juga:

Adapun cara penularan penyakit berbahaya ini biasanya terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal maksudnya, penyakit hepatitis B bisa ditularkan oleh faktor keturunan. Misalnya, sang ibu yang menderita hepatitis B maka akan menularkan penyakitnya pada bayi yang telah dilahirkannya. Sementara secara horizontal maksudnya, penyakit ini bisa ditularkan melalui berbagai hal diluar faktor gentik seperti penggunaan alat alat tindik telinga, alat suntik, transfusi darah dan tusuk jarum. Tak hanya itu saja, penderita bisa saja menularkan hepatitis B pada calon penderitanya melalui sikat gigi ataupun pisau cukur yang digunakan bersamaan.

Gejala Penyakit Hepatitis B dan Pencegahannya

Sebagai salah satu penyakit yang berbahaya dan juga paling sering menular, maka kita perlu mengetahui lebih detail lagi mengenai penyakit hepatitis B ini. Adapun gejala seseorang terkena penyakit ini biasanya baru diketahui setelah beberapa bulan terinfeksi, dengan memiliki ciri ciri seperti berikut ini:

  1. Kelelahan
    Biasanya para penderita penyakit hepatitis B ini selalu merasa kelelahan karena tubuh harus bekerja ekstra saat fungsi hati tak mampu bekerja lebih maksimal lagi.
  2. Kuku, Kulit atau Mata tampak kekuningan
    Gejala penyakit hepatitis B biasanya terlihat pada area mata, kuku, hingga kulit yang terlihat kekuningan, atau dikenal juga dengan istilah jaundice. Biasanya mata yang berwarna kuning mencirikan bahwa orang tersebut memiliki gangguan pada hati.
  3. Kehilangan nafsu makan
    Ketika seseorang mengalami gangguan pada tubuhnya, biasanya orang tersebut akan merasakan hilangnya nafsu makan dan timbul rasa mual-mual.
  4. Perut buncit
    Hepatitis B ini juga bisa ditandai dengan perut yang semakin membuncit. Sebenarnya gejala ini bukan gejala khusus yang dialami penderita hepatitis B, karena bisa saja penderita tersebut diakibatkan penyakit lainnya seperti diabetes atau jantung.
  5. Urin berwarna gelap
    Biasanya jika urine berwarna gelap hal ini mencirikan bahwa seseorang memiliki masalah dalam tubuhnya. Ya, jika gejala ini diikuti dengan gejala hepatitis B lainnya maka dapat dipastikan bahwa Anda terkena hepatitis B.

Dari gejala-gejala penyakit hepatitis B di atas, maka kita juga perlu mewaspadai terjadinya hepatitis B dengan beberapa upaya pencegahannya berikut ini:

  • Melakukan vaksin hepatitis B, bisa dilakukan pada bayi, anak-anak, remaja, dewasa maupun orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.
  • Hindari berhubungan seksual bersama pasangan tanpa alat kontrasepsi atau pengaman, terkecuali jika pasangan Anda benar-benar tidak mengidap hepatitis B.
  • Hindari konsumsi obat-obatan yang terlarang.
  • Harus waspada ketika Anda melakukan tindik maupun tato tubuh.

Nah, itulah beberapa macam gejala dan juga pencegahan terhadap penyakit hepatitis B yang wajib diwaspadai oleh Anda maupun keluarga. Semoga artikel dari Lintas Sehat ini bermanfaat.