Apa Itu Karotenoid Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Apa itu karotenoid?

Karotenoid adalah salah satu jenis senyawa yang memberikan warna pada beberapa tanaman seperti warna kuning, oranye, atau merah. Ada lebih dari 600 bentuk karotenoid, tetapi para ilmuwan membaginya dalam 2 grup besar.

A. Pertama yaitu karoten, yang meliputi:

  • α-carotene,
  • β-carotene,
  • lycopene

B. Kedua yaitu xanthophylls yang meliputi:

  • Lutein,
  • β-cryptoxanthin
  • zeaxanthin

Sebagian besar karotenoid tersebut bertindak sebagai antioksidan yang kuat di mana senyawa ini dapat menghambat pembentukan radikal bebas. Oleh karena itu, tanaman yang mangandung karotenoid dapat digunakan unuk beberapa tujuan medis seperti menghentikan reaksi peradangan, mencegah dan menghambat berkembangnya kanker, mencegah penyakit jantung, mencegah penuaan dini, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Bila dirinci lebih detail lagi, berikut beberapa karotenoid yang paling berperan bagi kesehatan tubuh berdasarkan masing-masing sintesis dan manfaatnya:

1. α-Carotene, β-carotene, dan β-cryptoxanthin

Ketiga jenis karotenoid ini merupakan jenis provitamin A yang dapat diaktifkan oleh tubuh menjadi vitamin A, yang sering disebut sebagai retinol. Lapisan pada dinding usus akan membantu karotenoid terlepas ke dalam pembuluh darah untuk selanjutnya dibawa menuju ke hati. Di dalam organ hati inilah vitamin A diaktifkan. Karotenoid jenis α-Carotene dan β-carotene dapat Anda temukan pada bayam, ubi ungu, dan wortel.

Studi lain menyebutkan bahwa β-carotene juga memiliki efek anti peradangan dan melindungi tubuh dari pertumbuhan sel kanker begitu pula dengan β-cryptoxanthin.

2. Lutein dan Zeaxanthin

Lutein dan Zeaxanthin memiliki keistimewaan karena hanya 2 jenis karotenoid ini yang dapat ditemukan pada lensa dan retina mata. Oleh karena itu, senyawa ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mata dan menjaga ketajaman penglihatan. Keistimewaan lain dari karotenoid jenis ini yaitu kedua senyawa ini terdapat pada sayuran yang berwarna hijau gelap seperti pada bayam, lobak hijau, kangkung, dan kacang-kacangan, berbeda dari jenis karotenoid lain yang lebih cenderung ditemukan pada sayur atau buah yang berwarna oranye atau kuning terang. Sebuah studi telah membuktikan bahwa mengkonsumsi lutein dan zeaxanthin dalam jumlah yang cukup banyak dapat mencegah penyakit penuaan dini pada mata seperti katarak atau degenerasi makula.

Baca...  Gizi Seimbang Pengaruhi Perkembangan Otak

3. Lycopene

Sumber lycopene terbesar terdapat pada buah tomat yang telah masak. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi segala jenis produk tomat baik dalam bentuk tomat segar, pasta tomat, ataupun saus tomat dapat menghambat perkembangan kanker prostat secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa lycopene memiliki antioksidan yang kuat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, efek anti radang juga ditunjukkan secara kuat oleh karotenoid jenis lycopene.

Hal yang unik dari senyawa karotenoid bila dibandingkan dengan senyawa yang lain yaitu nutrisi dan antioksidan yang dimiliki tetap stabil walaupun dimasak dengan suhu tinggi, sedangkan komponen nutrisi yang lain pada sayur dan buah biasanya akan cepat rusak bila dipanaskan. Hal inilah yang membuat sayur dan buah berkarotenoid dapat diolah dan dikonsumsi dengan berbagai cara. Anda dapat mengkonsumsi karotenoid pada wortel, tomat, labu kuning, bayam merah, ubi ungu, paprika, pepaya, anggur, dan jeruk dengan cara yang Anda suka.

Selain itu, karotenoid baik dikonsumsi bersamaan dengan sedikit lemak. Hal ini dikarenakan ketika sayur atau buah yang mengandung karotenoid masuk ke lambung kemudian melewati usus, karotenoid akan dicampur bersamaan dengan zat garam empedu dan lemak yang membantu memecah karotenoid agar mudah diserap dan dicerna. Namun demikian, Anda tidak membutuhkan jumlah lemak yang banyak, 3-5 gram lemak atau setara dengan 1 sendok teh minyak goreng sudah cukup untuk membantu penyerapannya. Selain minyak goreng, karotenoid juga baik dikonsumsi bersamaan dengan alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan juga kelapa.

Apa Manfaat karotenoid?

Berbagai manfaat dapat Anda nikmati dari mengkonsumsi sayur dan buah yang mengandung senyawa karotenoid, terutama untuk kesehatan tubuh kita. Manfaat tersebut antara lain:

Baca...  Ketahui Beberapa Fungsi Protein Bagi Tubuh Berikut

1.    Mencegah reaksi peradangan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karotenoid memiliki efek antioksidan yang dapat menghambat reaksi peradangan. Salah satu jenis karotenoid yang memiliki efek terkuat dalam mencegah peadangan yaitu lycopene. Jika reaksi peradangan dapat ditekan, maka berbagai macam penyakit lainnya juga dapat dicegah seperti penyakit radang sendi atau penyakit jantung yang melibatkan mekanisme peradangan pada pembuluh darah.

2.    Mencegah penyakit jantung.

Dalam mencegah penyakit jantung, karotenoid bermanfaat dalam melindungi pembuluh darah jantung sehingga tidak mengalami kekakuan dan penyumbatan. Karotenoid akan mengikat kolesterol dan segala jenis lemak lainnya sehingga mencegah timbulnya sumbatan pada pembuluh darah.

3.    Menjaga kesehatan mata.

Selain beberapa karotenoid mengandung provitamin A yang dapat diubah menjadi vitamin A sehingga dapat menjaga kesehatan mata, karotenoid jenis lutein dan zeaxanthin juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata terutama bagian lensa dan retina mata. Senyawa ini akan menyerap sinar UV dan sinar lainnya yang dapat merusak mata. Dengan penyerapan ini, mata akan terhindar dari paparan sinar yang berlebihan sehingga efek berbahaya seperti penurunan tajam penglihatan dan kebutaan dapat dicegah.

4.    Meningkatkan sistem imun.

Sebuah studi menyebutkan bahwa semakin tinggi karotenoid yang dikonsumsi, semakin kuat juga fungsi sistem imun tubuh kita. Karotenoid dapat membantu membentuk kekebalan tubuh sehingga dapat menghindarkan dari berbagai macam penyakit dan infeksi yang akan menyerang.

5.    Mencegah kanker.

Mekanisme kerja antioksidan pada karotenoid dapat juga membantu mencegah kanker. Senyawa ini akan menghambat pembentukan radikal bebas pembentuk sel kanker sekaligus sebagai agen kemoprotektif yang artinya dapat tetap mempertahankan sel-sel normal sembari membunuh sel-sel kanker.

6.    Melindungi kulit dari kerusakan.

Baca...  8 Jenis Makanan yang Mengandung Magnesium Terbaik

Karotenoid juga bekerja dalam melindungi kulit dari kerusakan dan juga kanker. Kandungan vitamin A serta antioksidannya sangat bermanfaat untuk menangkal sinar UV yang membahayakan bagi kulit manusia. Berbagai masalah kulit seperti timbulnya kulit keriput, kering, mengelupas, menua, dan kanker kulit dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karotenoid. Selain itu, vitamin A yang telah diaktifkan juga membantu mencegah keratinisasi (pembentukan lapisan keras) pada kulit sehingga kulit tetap terjaga kelembutan dan keremajaannya.

7. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh yang sehat.

Karotenoid juga sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak karena membantu pertumbuhan dan perkembangan sel-sel pada tubuh anak. Senyawa ini mendorong komunikasi yang lebih baik antar satu sel dengan sel yang lainnya sehingga pertumbuhan sel menjadi jaringan dapat terjadi dengan cepat dan efektif.

 

Ada sebuah istilah dalam dunia kesehatan yang mengatakan ‘makanlah semua unsur pelangi’. Istilah ini muncul karena berbagai warna yang terdapat dalam sayur dan buah mengandung banyak nutrisi yang penting, salah satunya yaitu karotenoid. Tidak hanya sayur berwarna hijau saja, tetapi juga kuning, oranye, dan merah, semuanya memiliki kandungan dan manfaatnya sendiri-sendiri.

Selain itu, sangat disarankan untuk mendapatkan berbagai kandungan nutrisi seperti karotenoid dari sayur dan buah asli yang segar bukan dari beberapa jenis suplemen tertentu. Hal ini dikarenakan interaksi senyawa dan nutrisi yang terkandung dalam suatu sayuran atau buah tertentu memiliki efek yang lebih menyehatkan bagi tubuh. Berbeda dengan suplemen yang hanya mengandung 1 senyawa saja. Senyawa yang terisolasi sendirian ini justru dapat memberikan efek yang membahayakan bagi tubuh karena dapat mengakibatkan kadar yang berlebihan dalam tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *